Breaking News

Soal Isu Server KPU 'Disetting', Mendagri: Tidak Masuk Akal

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo angkat bicara soal isu server KPU yang disetting untuk memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Dengan selisih elektabilitas yang masih bertahan 20 persen, Tjahjo menilai kubu Prabowo semakin panik menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pilpres 2019.

"Saya kira itu berita yang tidak masuk akal ya. Saya kira kami mendukung penuh langkah KPU yang cepat dalam waktu tempo sesingkat-singkatnya, kalau ada berita hoax, berita fitnah, sekecil apapun berita itu, harus segera dilaporkan kepada pihak aparat penegak hukum," ujar Tjahjo di Hotel Sari Pasific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (6/4/2019).

6

Tjahjo yakin pihak kepolisian akan segera mengungkap kasus ini. Tjahjo menegaskan seluruh penyelenggara pemilu diatur oleh undang-undang dan diawasi semua elemen masyarakat.

"Jadi kami yakin lah dan yakinlah bahwa KPU dan Bawaslu untuk melaksanakan tugas sesuai dengan aturan undang-undang, termasuk pemerintah juga meyakini tidak ada satu titik koma pun undang-undang yang dilanggar oleh KPU dan Panwas," tegasnya.

Sebagaimana diketahui, KPU telah berkali-kali diserang hoax terkait surat suara tercoblos maupun soal server yang disetting. Tjahjo melihatnya sebagai upaya delegitimasi KPU.

"Saya melihat ada proses untuk mendelegitimasi KPU. Saya kira yakinkanlah pada seluruh anggota masyarakat Indonesia yang punya hak pilih, khususnya tim sukses capres-cawapres, partai politik, percayalah KPU," tutur Tjahjo.

"KPU tidak akan menggadaikan harga diri dan kehormatannya sebagai penyelenggara negara yang sudah diputuskan sebagaimana ketentuan undang-undang yang ada," imbuhnya.

Meskipun demikian, Tjahjo tak ingin berspekulasi soal penyebar isu yang terkait dengan tim salah satu paslon. Tjahjo menyerahkan kepada pihak kepolisian dan meminta pelakunya bertanggung jawab.

"Siapapun orangnya, kita nggak bisa menduga, kita serahkan laporan daripada KPU. Kita dukung penuh semoga kepolisian yang sudah punya peralatan yang canggih untuk mendeteksi satu suara pun, satu berita hoax di medsos, saya kira akan bisa diungkap. Dan orang yang mengatakan pun harus siap untuk bertanggung jawab," ungkap Tjahjo.

Sebelumnya, beredar video yang memperlihatkan seorang pria berbicara di sebuah pertemuan. Pria itu bicara banyak hal, salah satunya soal KPU. Tidak diketahui siapa pria di video tersebut dan pertemuan apa yang sedang berlangsung. Tidak ada pula keterangan soal kapan video itu diambil.

"Di KPU, saya bulan Januari ke Singapore karena ada kebocoran data. Ini tak buka saja. 01 sudah membuat angka 57%," kata pria tersebut.

KPU pun telah membantah apa yang dibicarakan pria itu. Selain itu, KPU juga sudah melaporkan akun yang menyebarkan video tersebut.

No comments