Breaking News

Perhatikan! Surat Suara Dinyatakan Tidak Sah, Jika Tidak Ada Tanda Tangan KPPS

Untuk kita ketahui bersama surat suara sebelum diberikan kepada pemilih terlebih dahulu harus ditandatangani oleh ketua KPPS. Pasalnya, jika tidak tertera tandatangan ketua KPPS, surat suara dinyatakan tidak sah.

Jika surat suara sudah mau dicoblos, tapi belum tertera tandatangan ketua KPPS, maka harus dikembalikan kepada ketua KPPS untuk ditandangani.



Belum lama ini kembali beredar video viral surat suara untuk Pilpres 2019 yang telah tercoblos pada gambar Capres nomor urut 01 Jokowi - Maruf Amin di Bandar Baru Bangi, Malaysia.

Dalam video tersebut, disebutkan bahwa surat suara Pilpres sudah tercoblos untuk Pasangan Calon Presiden Nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan surat suara pileg untuk Partai Nasdem dengan calon legislatif (caleg) Nomor urut 3 dengan nama Ahmad.

Lalu di video lain ada juga juga suara seorang pria yang mengatakan surat suara tercoblos untuk caleg dari Partai Demokrat.

Panwaslu Kuala Lumpur, Yaza Azzahra mengatakan berdasarkan keterangan dari Sekber Satgas Badan Pemenangan Prabowo Sandi, pelaku pencoblosan surat suara ilegal adalah seorang WNI.

Para pelaku mengaku diberi upah 50 sen ringgit per surat suara. Sayangnya Azzahra sendiri tidak sempat menemui para pelaku, karena kabur terlebih dulu.

Beginilah cara kotor yang digunakan Kubu Prabowo-Sandi. Dengan dalih keadilan kubu 02 terus melakukan skenario untuk terus menjatuhkan Jokowi.

Bagaimana mungkin surat suara dalam pengawasan PPLN, Panwas Luar Negeri, dan pihak keamanan di Kedubes bisa keluar dalan jumlah cukup besar ke sebuah ruko kosong ke wilayah yurisdiksi di luar kedutaan Indonesia.

Bagaimana mungkin BPN mengetahui pelaku pencoblosan adalah WNI dan mengaku diberi upah 50 sen ringgit per surat suara sedangkan pelaku berhasil kabur.

Skenario terbaru dari kubu 02, setelah gagal menyebarkan berita bohong di dalam negeri mulai dari kasus Ratna Sarumpaet, kasus 7 kontainer hingga server KPU kini pihak Prabowo-Sandi mulai menebar fitnah dengan bermain di luar negeri.

Nyoblos sendiri, videoin sendiri, grebek sendiri yang disalahkan orang lain. Itulah ciri khas kampanye negatif yang terus dilakukan oleh pihak Prabowo-Sandi

No comments