Breaking News

Survei Roy Morgan: Mayoritas Pemilih ingin Jokowi Dua Periode

Lembaga survei asal Australia, Roy Morgan, menyebut calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo masih unggul atas capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dengan angka 58 persen berbanding 42 persen pada Januari. Keunggulan itu, di antaranya, terjadi pada kategori pemilih segmen perempuan dan masyarakat pedesaan, serta ditopang oleh kinerja ekonomi.

"Survei Roy Morgan menunjukkan bahwa Indonesia akan kembali memilih inkumben Jokowi untuk menjabat di periode keduanya sebagai Presiden. Jokowi mendapat dukungan 58 persen dari pemilih pada Januari, atau naik 5 persen dari (raihan suara) pada Pilpres 2014, dan kompetitornya, Prabowo, hanya mendapat dukungan 42 persen, atau turun 5 persen (dari Pilpres 2014)," tutur CEO Roy Morgan, Michele Levine, dikutip dari keterangan resmi di situsnya, Senin (4/3).



Roy Morgan menyebut sejumlah kategori yang memaparkan perbedaan keunggulan masing-masing capres. Pada kategori gender, Jokowi menang signifikan (61 persen) atas Prabowo (39 persen). Pada segmen pemilih pria, kesenjangan suara itu mengecil dengan angka 55 persen berbanding 45 persen.

Keunggulan yang cukup telak juga diraih Jokowi atas Prabowo pada segmen pemilih berdasarkan usia 25-34 tahun (61,5 persen berbanding 38,5 persen), pemilih usia 35-49 tahun (59,5 persen berbanding 40,5 persen), dan pemilih usia 50 tahun ke atas (58,5 persen berbanding 41,4 persen).

Sementara, untuk kategori pemilih usia muda (17-24 tahun) perbedaan elektabilitas kedua capres ini tak terlalu jauh. Yakni, 54,5 persen berbanding 45,5 persen.

Dalam kategori asal pemilih, Jokowi unggul dalam hal dukungan dari masyarakat pedesaan. Gap elektabilitas terhadap Prabowo bahkan mencapai 27 persen, yakni 63,5 persen berbanding 36,5 persen.

Keunggulan Jokowi datang terutama dari 'kandang banteng', Jawa Tengah, dengan perolehan angka telak, 74,5 persen berbanding 25,5 persen; Jawa Timur dan Bali (73 persen berbanding 27 persen).

Meski masih unggul, jarak elektabilitas Jokowi dengan Prabowo menipis di daerah perkotaan, dengan angka 53 persen berbanding 47 persen. Dukungan terhadap Prabowo banyak diraih dari Jawa Barat dan Jakarta (Prabowo unggul 57 persen berbanding 45,5 persen atas Jokowi), termasuk Banten, serta provinsi-provinsi di bagian selatan Sumatera.

Diketahui, kubu pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga Uno sejak lama menggunakan isu 'emak-emak' untuk mendulang suara. Misalnya, dalam bentuk kebutuhan rumah tangga yang makin tak terjangkau dan penggalangan massa kaum ibu.

Selain itu, kubu paslon nomor urut 02 ini juga berupaya menggoyang suara Jokowi dengan langsung masuk ke Jawa Tengah.

Levine juga menyebut keunggulan Jokowi itu disumbang oleh faktor kinerja ekonomi pada periode pertamanya. Menurut dia, Indonesia sudah menjadi negara G20 dengan kinerja ekonomi terbaik kedua di bawah China. Buktinya, Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi rata-rata 5 persen pada 2014-2019.

"Kinerja ekonomi Indonesia yang kuat dalam lima tahun pemerintahan Jokowi dan kepercayaan diri yang luar biasa yang diungkapkan oleh masyarakat Indonesia selama lima tahun terakhir jelas mengindikasikan kesuksesan kepemimpinan politik Jokowi dalam menghadapi Pilpres 2019 pada April," tutur dia.

Survei capres ini sendiri digelar pada Januari 2019 kepada 1.039 orang di atas 17 tahun atau yang punya hak pilih di 17 provinsi dengan metode wawancara tatap muka.

Margin of error disebut tergantung dari jumlah sampel dan persentase wawancaranya. Misalnya, sampel 1.000 dengan estimasi persentase 5 persen atau 95 persen adalah plus minus 1,3 persen.

Roy Morgan, dikutip dari situsnya, merupakan lembaga riset pasar yang sudah berpengalaman selama 75 tahun dan memiliki sertifikat AS/NZS ISO 9001 and AS ISO 20252.

Sebelumnya, survei LSI Denny JA pada 18-25 Januari menyebut elektabilitas Jokowi-Ma'ruf mencapai 54,8 persen. Sementara, elektabilitas Prabowo-Sandi ada di angka 31 persen. Yang belum menentukan pilihan sebesar 14,2 persen.

Selain itu, survei Charta Politika Indonesia periode 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019 menyebut bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf meraih suara 53,2 persen, sementara Prabowo-Sandiaga memperoleh 34,1 persen. Sementara, yang belum memutuskan atau tidak menjawab mencapai 12,7 persen.

No comments