Breaking News

Wapres JK Sebut Siapapun yang Terpilih Jadi Presiden Tak Menginginkan Indonesia Punah

Wakil Presiden Jusuf Kalla menanggapi pernyataan Capres 02 Prabowo Subianto terkait Indonesia butuh pemimpin yang bersih, jujur, cerdas dan cinta tanah air.

Jk mengatakan, jika kita berkaca pada sejarah gaya kepemimpinan otoriter dan nepotisme menjadi sebab runtuhnya sebuah negara.
Dampak buruk pemerintahan otoriter dapat dilihat di Venezuela yang akhirnya terpuruk. JK juga mencontohkan masa ketika Orde Baru. "Nah yang paling bersih dari situ, calon ini ya Pak Jokowi. Itu kita harus arif melihatnya," kata dia.



JK menyebut hal ini terlihat dari gaya kepemimpinan Jokowi yang selalu melibatkan jajaran menterinya saat rapat dan mengambil keputusan. Sikap ini menurut JK menunjukan gaya kepemimpinan yang demokratis dan tak otoriter.

Selain itu, ia juga menilai Jokowi juga tak melakukan nepotisme sepanjang kepemimpinannya. Tidak adanya keterlibatan keluarga dalam bidang ekonomi maupun politik. "Buktinya putra beliau, satu (usaha) catering, satu jualan pisang. Sama sekali tidak ada nepotisme di sini, jadi kita bisa aman," kata JK.

ndonesia pernah berada di titik krisis ketika zaman pemerintahan orde baru, di bawah komando Presiden Soeharto. Hal itu juga disebabkan oleh adanya sikap otoriter dan nepotisme oleh presiden saat itu.

"Zaman Pak Harto juga (Indonesia) jatuh karena apa? Otoriter dan nepotisme. Venezuela jatuh karena apa? Otoriter kan, dan juga nepotisme," tambahnya.

Dia menambahkan Jokowi tidak mempraktikkan tindak nepotisme karena tidak ada satu pun anak Jokowi yang turut terlibat dalam politik praktis atau dalam urusan ekonomi.

"Buktinya, putra beliau satu (bisnis) katering, satu jual pisang; kan sama sekali tidak ada nepotisme di sini. Jadi kita bisa aman. Bahwa pilihan (di Pilpres) kan cuma dua, nah yang paling bersih dari (dua) calon ini Pak Jokowi, kita harus arif melihatnya," ujarnya. 

No comments