Breaking News

TKN Bicara Propaganda Hoax: RI Bubar hingga 99% Rakyat Pas-pasan

TKN Bicara Propaganda Hoax: RI Bubar hingga 99% Rakyat Pas-pasan
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin membeberkan semburan hoax yang dianggap sebagai cara lawan menggunakan gaya propaganda asing seperti yang disampaikan sang petahana. Hoax-hoax yang dibeberkan itu merupakan isu-isu yang selama ini diangkat oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Banyak banget! Mengatakan tahun 2030 Indonesia bubar, Indonesia Punah, 99% rakyat Indonesia hidup pas-pasan. Menteri Pencetak Hutang," ungkap juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Selasa (5/2/2019).

Soal isu prediksi Indonesia akan bubar pada 2030 disampaikan oleh Prabowo tahun lalu. Prabowo juga pernah menyatakan hanya 1% warga Indonesia yang kaya, sehingga 99% rakyat Indonesia hidup pas-pasan. Prabowo juga berbicara soal besarnya utang Indonesia dan mengusulkan agar menteri keuangan diubah menjadi menteri pencetak utang.

Ace juga berbicara soal isu-isu yang selalu digaungkan oleh Sandiaga Uno, yakni seputar mahalnya harga-harga bahan pokok hingga perbandingan harga nasi ayam (chicken rise) di Singapura yang diklaim lebih murah dari Indonesia. Ia pun juga mengingatkan soal isu kriminalisasi ulama hingga tudingan Jokowi antek asing yang kerap dilontarkan kubu 02.

"Kemudian soal tempe setipis ATM, harga-harga bahan pokok melambung tinggi, chicken rice di Singapura lebih murah daripada di Indonesia," kata Ace.

"Kriminalisasi ulama, antek asing, antek aseng dan lain-lain. Itu sederetan propaganda yang sebetulnya tidak sesuai dengan fakta," lanjut politikus Golkar itu.

Ada beberapa isu lagi yang disampaikan Ace, termasuk berbagai kasus yang disampaikan Prabowo-Sandiaga. Seperti soal kasus bunuh diri pria bernama Hardi karena terlilit utang yang diungkit Prabowo dalam pidato politiknya pada Senin (14/1) lalu.

Kemudian juga kasus dugaan persekusi terhadap nelayan bernama Nazibulloh (Najib) di Karawang yang disampaikan Sandiaga pada debat perdana. Hingga kini nelayan yang dimaksud belum keluar ke publik.

"Selang cuci darah dipakai 40 orang, Hardi meninggal bunuh di Grobogan karena terlilit hutang, persekusi di Karawang, tampang Boyolali dan lainnya," sebut Ace.

Isu-isu yang tidak sesuai dengan fakta menurut Ace terus disemburkan kubu Prabowo-Sandiaga. Cara-cara seperti itulah yang dimaksud oleh Jokowi, yakni strategi propaganda asing.

"Saya katakan hal itu mirip-mirip dengan strategi propaganda yang dikenal dengan istilah Firehose of falsehood," tegasnya.

Tudingan Jokowi soal penggunaan propaganda ala Rusia dibantah oleh Prabowo. Eks Danjen Kopassus itu membantah menggunakan konsultan asing karena biayanya mahal dan menyatakan menggunakan propaganda ala Bojongkoneng, yang merupakan nama wilayah tempat tinggalnya.

"Iya bener, Bojongkoneng, kita belajar dari rakyat kitalah, ya," kata Prabowo.

No comments