Breaking News

Pembangunan Jalan & Jembatan Tumbuhkan Ekonomi Baru di Pulau Terluar

Pembangunan Jalan & Jembatan Tumbuhkan Ekonomi Baru di Pulau Terluar
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim, pembangunan infrastruktur yang gencar dilakukan bukan hanya bermaksud untuk mengejar ketertinggalan dan meningkatkan daya saing nasional, namun juga menumbuhkan sentra-sentra ekonomi baru yang memberikan nilai tambah bagi daerah.

Salah satunya seperti pembangunan serta pemeliharaan jalan dan jembatan di pulau terdepan Indonesia, yakni Pulau Yamdena, Pulau Selaru, dan Pulau Larat di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku.444"Pembangunan jalan dan jembatan di Pulau Larat, Yamdema dan Selaru akan terus kami kerjakan secara bertahap. Tahun 2018 dari 226 Km jalan, sepanjang 179 Km atau 79 persen kondisinya mantap," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Rabu (16/1/2019).

Pembangunan infrastruktur di pulau-pulau terdepan Indonesia dilakukan Kementerian PUPR melalui pendekatan kewilayahan melalui Wilayah Pengembangan Strategis (WPS) 35. Pembangunan diarahkan untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, keamanan nasional, pertahanan negara dan bangsa serta menciptakan stabilitas kawasan.

Disamping itu, juga mengamankan potensi sumber daya alam untuk dimanfaatkan dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan dan tentunya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain pembangunan jalan, selesainya pembangunan Jembatan Leta Oar Ralan sebagai penghubung Pulau Yamdena dan Pulau Larat menjadi bagian penting bagi kelancaran konektivitas karena akan memangkas waktu tempuh dan biaya logistik kedua Pulau.

Jembatan yang melintasi Laut Arafura Sepanjang 323 meter, lebar 10 meter dengan dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 123 miliar ini telah diresmikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi Menteri Basuki beberapa waktu lalu.

No comments