Breaking News

PDIP Menilai Pembebasan Ba'Asyir Berdasarkan Pancasila

PDIP Menilai Pembebasan Ba'Asyir Berdasarkan Pancasila
PDI Perjuangan mendukung pembebasan terpidana terorisme Abu Bakar Ba'asyir oleh Presiden Joko Widodo. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menyebut kebijakan Jokowi itu mempertimbangkan nilai Pancasila.

"Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan tentu memiliki sebuah kebijakan-kebijakan yang didasarkan pada konstitusi yang didasarkan pada nilai Pancasila," kata Hasto di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (19/1).

Menurut Hasto, delapan partai koalisi pendukung Jokowi lainnya mendukung keputusan Jokowi tersebut. Setuju dengan capres nomor urut 01 itu, alasan kemanusiaan mengapa Amir Jamaah Asharut Tauhid (JAT) itu dibebaskan.

Hasto juga mengamini bahwa ada peran Yusril Ihza Mahendra sebagai juru runding. Pakar hukum tata negara itu diketahui kuasa hukum Jokowi-Ma'ruf..

"Dengan demikian dialog yang dilakukan dengan Prof Yusril itu merupakan suatu hal yang baik dan kami dukung sepenuhnya keputusan Pak Jokowi," kata Hasto.

Diketahui, Terpidana kasus terorisme, Abu Bakar Ba'asyir akan segera dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunungsindur, Kabupaten Bogor. Presiden Jokowi setuju dengan pembebasan Ba'asyir tersebut.

Jokowi mengungkap alasan kenapa setuju dengan wacana tersebut. Menurut dia, Ba'asyir sudah tua.

"Ya yang pertama memang alasan kemanusiaan. Artinya beliau kan sudah sepuh, ya pertimbangannya kemanusiaan," kata Jokowi Ponpes Darul Arqam, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (18/1).

Di Lapas, Ba'asyir juga sudah sakit-sakitan. Dengan alasan itu, Jokowi setuju agar Ba'asyir dibebaskan.

"Iya, termasuk kondisi kesehatan masuk dalam pertimbangan itu," tutur dia.

No comments