Breaking News

Simak Peranan Penting Kepala Desa Dalam Swasembada Pangan Nasional

Kepala Desa Pegang Peranan Penting Dalam Swasembada Pangan Nasional
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman mengungkapkan pembangunan pertanian yang berkelanjutan sesuai misi pemerintahan Jokowi-JK, membutuhkan dukungan dari seluruh komponen bangsa, termasuk kepala desa.

Dalam upaya membangun dan menyejahterakan pedesaan secara komprehensif, pemerintah telah mengucurkan anggaran di tahun 2016 sebesar Rp 46,9 T, meningkat pada 2017 sebesar Rp 68 T dan Rp 73 T pada 2018.

Kepala Sub Bagian Komunikasi dan Pemberitaan Media Cetak, Abiyadun menjelaskan anggaran tersebut direalisasikan di antaranya dalam berbagai program pengembangan prasarana dan sarana pertanian di pedesaan. Termasuk mekanisasi pertanian, sebagai salah satu upaya khusus Kementan dalam mendorong modernisasi pertanian untuk peningkatan produksi hasil pertanian.

Terkait mekanisasi pertanian, sejak Oktober 2014 hingga April 2018, Kementan telah menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 370.378 unit, meliputi Rice Transplanter, Combine Harvester, Dryer, Power Thresher, Corn Sheller dan Rice Milling Unit (RMU), traktor, dan pompa air.

Mekanisasi pertanian dapat menghemat biaya produksi sekitar 30%, dan menurunkan susut panen 10%. Mekanisasi menghemat biaya olah tanah, biaya tanam dan panen dari pola manual Rp 7,3 juta/hektare menjadi Rp 5,1 juta/hektare. Upaya-upaya ini telah menunjukkan hasil dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Ketut Kariyasa menjelaskan sebagian besar penduduk yang tinggal di perdesaan adalah sebagai petani, di mana pendapatan utamanya lebih dari 70% berasal dari sektor pertanian.

Dengan memperhatikan beberapa indikator terkait dengan kesejahteraan petani, secara cepat dapat dilihat keberhasilan pembangunan pertanian yang dijalankan selama ini untuk meningkatkan kesejahteraan petani dalam pemerintahan Jokowi-JK.

Menurut Kariyasa, membaiknya kesejahteraan petani juga didukung dengan menurunnya jumlah penduduk miskin di pedesaan secara konsisten, baik secara absolut maupun presentase. Pada Maret 2015, jumlah penduduk miskin di perdesaan sebanyak 17,94 juta jiwa atau 14,21%, dan pada Maret 2016 turun menjadi 17,67 juta jiwa atau 14,11%.

"Dan pada bulan yang sama di 2017 turun lagi menjadi 13,93 % atau 17,09 juta jiwa, dan Maret 2018 kembali turun menjadi 13,47 % atau 15,81 juta jiwa," jelas Kariyasa.

Kariyasa menambahkan, sejak 2015 Kementan telah menjalankan berbagai program yang dapat mendorong pemberdayaan dan kesejahteraan petani. Termasuk di tahun 2018 yang mengalokasikan anggaran hingga 85% untuk sarana produksi pertanian seperti perbaikan jaringan irigasi, pembangunan embung, bantuan alat dan mesin pertanian. Ada juga bantuan benih unggul, subisdi pupuk, perluasan areal tanam, serta bantuan lainnya yang dapat berdampak pada peningkatan produksi pangan.

No comments