Breaking News

Jokowi: Membangun SDM Dengan Program Dana Desa

Jokowi: Membangun SDM Dengan Program Dana Desa
Presiden Joko Widodo menyatakan program dana desa yang disalutkan pemerintah dapat digunakan untuk membangun sumber daya manusia (SDM).

Misalnya, menyiapkan anak-anak dengan membangun lingkungan kasih sayang di pedesaan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi rakyat termasuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Sejak tahun 2015 hingga 2018 nilai dana desa terus naik dari Rp 20 triliun dan kini menjadi Rp 60 triliun.

"Artinya total sampai sekarang saja sudah Rp187 triliun sampai akhir tahun ini, hati-hati mengelola dana sebesar ini Rp187 triliun, belum lagi tahun depan tambah Rp73 triliun," ujarnya.

Dari sisi penyerapan, Presiden mengatakan bahwa terjadi peningkatan yang sangat bagus dari tahun ke tahun. Menurutnya, angka penyerapan dari 82 persen telah meningkat menjadi 97-98 persen.

"Artinya apa? Pembangunan desa tidak boleh setengah-setengah, tidak boleh nanggung-nanggung, tidak boleh basa basi. Ini harus betul-betul bermanfaat bagi masyarakat," ucapnya.

Tidak hanya soal pengelolaan, dirinya juga mengingatkan agar para pengguna anggaran dana desa membeli barang-barang di desa dan sekitarnya saja, maksimal di kecamatan.

Harapannya, perputaran uang dan ekonomi bisa terjadi di desa dan tidak kembali ke kota yang bermuara di Jakarta.

"Sehingga misalnya membangun irigasi, membangun jalan, batu beli dari desa atau gerakkan masyarakat untuk cari batu di sungai. Pasir beli dari desa itu, atau kalau enggak ada di desa itu paling tidak di lingkup kecamatan," imbuhnya.

Presiden pun berharap dengan adanya dana desa ini manfaat yang dirasakan bisa bermacam-macam.

Selain manfaat langsung yang dirasakan masyarakat desa, diharapkan juga bisa mengurangi kemiskinan di desa, bisa mengurangi kesenjangan antara desa dan kota, dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

No comments