Breaking News

Kerja Sama Indonesia & Finlandia di Sektor Energi Baru & Terbarukan

Kerja Sama Indonesia & Finlandia di Sektor Energi Baru & Terbarukan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menggelar Indonesia-Finlandia Business Forum pada tanggal 9 Oktober 2018. Acara itu langsung dibuka oleh Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri Perdagangan Luar Negeri dan Pembangunan Finlandia, Anne-Mari Virolainen.

Dalam sambutannya, Jonan berharap, forum yang dihadiri oleh pengusaha Finlandia maupun Indonesia itu menghasilkan kerja sama nyata atau bisnis baru yang terjalin antara RI dan Finlandia.

"Saya berharap, tidak hanya mendiskusikan konsep tapi diskusi nyata yang menghasilkan bisnis," ujar Jonan dalam sambutannya, di Ruang Sarulla Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa 9 Oktober 2018.

Sementara itu, Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi, Rida Mulyana menjelaskan, selain sebagai negara terhijau dan tergembira, Finlandia adalah negara yang memiliki teknologi listrik dengan harga murah. Misalnya seperti pembangkit listrik bio massa.

"Itu yang kita harapkan bisa dibawa ke Indonesia, teknologi yang sustainable," ujar Rida.

Untuk saat ini, dikatakannya, sudah ada beberapa kerja sama pembangunan pembangkit listrik dengan Finlandia. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Sunter, Jakarta Utara yang dikerjasamakan antara PT Jakarta Propertindo dengan perusahaan listrik milik pemerintah Finlandia, Fortum Power and Heat Oy.

"Jadi, nanti setelah ini, B to B (Business to Business) aja langsung. Kita undang 69 perusahaan, asosiasi segala macam. Mereka namanya jualan akan persentasi kan. Kalau tertarik silakan," katanya.

Beberapa prospek bisnis yang bisa dimasuki Finlandia adalah seperti Solar PV dan Biomassa. Sebab, kata Rida, Indonesia juga dinilai oleh Finlandia sebagai salah satu pasar potensial untuk kerja sama.

"Makanya, tadi ditawarkan pak Menteri. Bawa juga institusi finansialnya ke sini," tuturnya.Untuk saat ini, dikatakannya, sudah ada beberapa kerja sama pembangunan pembangkit listrik dengan Finlandia. Salah satunya adalah Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Sunter, Jakarta Utara yang dikerjasamakan antara PT Jakarta Propertindo dengan perusahaan listrik milik pemerintah Finlandia, Fortum Power and Heat Oy.

"Jadi, nanti setelah ini, B to B (Business to Business) aja langsung. Kita undang 69 perusahaan, asosiasi segala macam. Mereka namanya jualan akan persentasi kan. Kalau tertarik silakan," katanya.

Beberapa prospek bisnis yang bisa dimasuki Finlandia adalah seperti Solar PV dan Biomassa. Sebab, kata Rida, Indonesia juga dinilai oleh Finlandia sebagai salah satu pasar potensial untuk kerja sama.

"Makanya, tadi ditawarkan pak Menteri. Bawa juga institusi finansialnya ke sini," tuturnya.

No comments