Breaking News

Kementan Tegaskan Data Beras BPS Jadi Acuan

Kementan Tegaskan Data Beras BPS Jadi Acuan
Badan Pusat Statistik (BPS) pada hari ini merilis data beras terbaru, dan menyebut data-data sebelumnya sejak 1997 tidak akurat.

Dalam data terbaru itu, total luas panen pada tahun ini 10,90 juta hektar dan total produksi gabah kering giling (GKG) 56,54 juta ton.

Kemudian, produksi padi 32,42 juta ton dan konsumsi beras 29,57 juta ton sehingga diperkirakan surplus beras pada tahun ini 2,85 juta ton.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengaku sangat senang dan mengapresiasi rilis data BPS ini. Dia mengatakan, Kementan menyambut adanya perbaikan metodologi perhitungan.

Dia pun menampik tudingan bahwa Kementan selama ini merilis data produksi beras yang tidak akurat dengan metodologi yang salah. Menurutnya, Kementan selama ini hanya mengacu kepada satu data, yakni yang dirilis oleh BPS.

"Itu yang kita tunggu-tunggu. Dalam undang-undang, satu-satunya data yang diakui adalah BPS. Jadi, Kementan tidak pernah mengeluarkan data produksi sendiri, tapi selalu mengacu ke data BPS," kata Syukur di kantornya, Rabu (24/10/2018) sore.

Syukur mengungkapkan, untuk tahun 2018 sendiri, Kementan mengalokasikan 85 persen dari total anggaran sebesar Rp 22,65 triliun.

Itu guna memenuhi kebutuhan petani untuk peningkatan produksi seperti belanja sarana dan prasarana pertanian. Kementan bahkan tercatat mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5,5 triliun untuk kepentingan bibit dan benih bagi petani.

Adapun sektor pertanian Indonesia menunjukan trend positif dalam rentang waktu 2014-2018. Indikator perbaikan itu dilihat dari pemeringkatan Global Food Security Index (GFSI) atau Indeks Ketahanan Pangan Global.

Peringkat GFSI di 2018 ini, Indonesia menduduki peringkat 65 dari 113 negara yang dinilai. Capaian itu meningkat dimana RI pada tahun 2014 berada di posisi ke-72.

No comments