Breaking News

Harga Kebutuhan Pokok Tidak Alami Kenaikan

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika belum berdampak pada harga sejumlah kebutuhan pokok. Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pedagang sembako di sejumlah pasar tradisional di Jakarta. Bahkan sejumlah kebutuhan dapur seperti sayuran relatif stabil bahkan ada yang turun.

Harga Kebutuhan Poko Tidak Alami Kenaikan

Hal ini tentu berbanding terbalik dengan apa yang diutarakan oleh Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno yang menyebutkan pelemahan rupiah berdampak pada harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional.

Harga beras masih dikisaran Rp 12-13 ribu untuk beres premium, Rp 10 ribu untuk beras medium, gula pasir curah juga masih Rp 12-13 ribu per kilo.


Telur ayam Rp 21-22 ribu, terigu kemasan satu kilogram Rp 10 ribu, minyak goreng kemasan Rp 12 ribu per liter dan Rp 10 ribu minyak goreng curah per kilo, tepung tapioka Rp 12 ribu.

"Belum naik tapi tidak tahu kalau beberapa hari ke depan bakal naik atau tetap seperti ini, harapannya stabil sebab kalau naik biasanya penjualan sepi," ujar Anang pedagang sembako.

Jika harga sembako normal, sejumlah harga sayur bahkan turun.

Cabai misalnya, si pedas ini biasanya melambung bahkan harganya pernah di atas Rp 100 ribu tapi kini hanya dihargai kisaran Rp 15-20 ribu per kilo untuk cabe merah keriting maupun cabe rawit.

Cabe hijau besar justru lebih murah lagi hanya di kisaran Rp 12-15 ribu per kilo. Harga ayam broiler pun masih dikisaran Rp 30-32 ribu.

Bawang merah pun kini harganya terjangkau dikisaran Rp 20-30 ribu sesuai dengan ukurannya.

Bahkan untuk bawang ukuran kecil diharga lebih murah lagi yakni Rp 15 ribu per kilonya. Bawang putih juga tidak jauh berbeda dipatok dengan harga Rp 20-25 ribu.

Wortel dihargai Rp 8-10 ribu, kentang Rp 8-12 ribu sesuai besaran ukurannya. Tomat Rp 8 ribu, kol dan sawi Rp 6 ribu.

No comments