Breaking News

Pemerintah Kebut Pembangunan & Perekonomian Di Tanah Papua

Pemerintah Kebut Pembangunan & Perekonomian Di Tanah Papua


Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menargetkan pada akhir tahun 2019, jalan Trans Papua sepanjang 4.330 kilo meter (km) yang berada di Provinsi Papua Barat dan Papua sudah tembus seluruhnya. Pembangunan jalan Trans Papua ini dalam rangka mewujudkan Nawacita Presiden Joko Widodo, yakni membangun dari pinggiran untuk pemerataan dan keadilan pembangunan.

Hingga kini, jalan yang belum tembus sepanjang 171,7 km. Meski tidak seluruhnya beraspal, namun dengan terbukanya jalan terutama di daerah pegunungan Papua akan membuka keterisoliran dan menurunkan harga barang-barang.

Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pembangunan jalan dan jembatan di Papua tidak dilakukan berdasarkan tingkat kelayakan finansial jalan, namun dalam konteks menjaga kesatuan NKRI. Percepatan pembangunan dengan ditandatanganinya dua kontrak pekerjaan konstruksi dan dua pekerjaan pengawasan senilai Rp199,48 miliar.

Sementara Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan (BBPJN XVIII Jayapura Osman Harianto Marbun menyatakan paket-paket pekerjaan ini sebenarnya sudah ditandatangani pada 26 Desember 2017. Penandatanganan menyusul sekaligus sebagaibentuk pengukuhan atau penegasan kembali dihadapan pimpinan di lingkungan Ditjen Bina Marga.

“Seluruh pekerjaan ini merupakan paket multiyear contract 2017-2018,” kata dia.
Penandatanganan dilakukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), kontraktor dan konsultan dengan disaksikan Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto, Sesditjen Bina Marga Soebagiono, Direktur Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Jalan Daerah Sugiyartanto, Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Rachman Arief, Direktur Jembatan Iwan Zarkasi dan Direktur Preservasi Jalan Hedy Rahadian.

Kontrak yang ditandatangani adalah penggantian Jembatan Kali Kabur 3 Tahap II sepanjang 260 meter. Awalnya jembatan merupakan jembatan kayu dan diganti dengan jembatan rangka baja ditambah girder komposit. Penggantian dilakukan karena jembatan kayu yang ada sudah lapuk serta meningkatkan kemantapan fungsi Trans Papua segmen Dekai – Seredala – Oksibil. Kontraktor pekerjaan ini PT Simaka dengan nilai kontrak Rp84,4 miliar.

Selain itu ditandatangani juga kontrak pembangunan jalan perbatasan yakni ruas Oksibil-Towe Hitam sepanjang 5,5 km dengan kontraktor pelaksana PT Wijaya Karya senilai Rp108,56 miliar. Kementerian PUPR secara bertahap membangun jalan perbatasan Papua sepanjang 1.098,24 km dari Jayapura hingga Merauke dimana saat ini sudah tembus 889,3 km dan belum tembus 208,94 km.

Ruas yang belum tembus tersebut berada pada segmen Oksibil-Towe Hitam yang masih berupa hutan. Untuk paket pengawasan yang ditandatangani adalah pekerjaan pengawasan teknis pembangunan jalan Oksibil-Towe Hitam dengan penyedia jasa PT Cakra Buana-Total Mandiri-PT Portal Engineering Perkasa senilai Rp3,17 miliar dan paket pengawasan teknis penggantian jembatan Kali Kabur 3 senilai Rp3,35 miliar.

Dalam acara tersebut juga dihadiri Tim Pengawas dan Pengawal Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Provinsi Papua yang turut mendukung agar pekerjaan tepat mutu, tepat volume dan tepat waktu.

No comments