Breaking News

Hilangnya Disparitas BBM Kini Telah Dirasakan Oleh Masyarakat Daerah Tertinggal

Add caption


Hilangnya disparitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) kini telah dirasakan oleh sebagian besar masyarakat daerah tertinggal, terluar dan terdepan (3T) di Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), tercatat hingga 9 September 2018 sebanyak 82 titik (SPBU) BBM Satu Harga telah beroperasi, termasuk 25 titik yang sudah terealisasi oleh Pemerintah melalui PT Pertamina dan PT AKR Corporindo tahun 2018, dari target 73 titik.

Sejak diresmikan oleh Pemerintah tahun 2017 lalu, menurut Kepala BPH Migas Fansurullah Asa, program BBM Satu diperkirakan telah menjangkau kurang lebih 272.158 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar merata di seluruh pelosok Indonesia.

Di tempat terpisah, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi menegaskan komitmen Pemerintah dalam menjalankan program BBM Satu Harga.

"Meski keberadaan lokasi BBM Satu Harga yang masih minim infrastruktur, kami optimis tambahan sebanyak 73 lembaga penyalur pada tahun ini akan tercapai," kata Agung di Jakarta.

Agung tak lupa mengapresiasi usaha Pertamina dan Badan Usaha swasta yang mampu menjalankan program BBM Satu Harga meski dengan kondisi geografis dan infrastruktur yang cukup sulit.

"Terima kasih banyak kepada badan usaha yang sudah susah payah menjadi bagian dari Pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," puji Agung.

No comments