Breaking News

Direktur CITA, Yustinus Prastowo menganggap proyeksi RAPBN lebih realistis.

Penghitungan RAPBN 2019 Berbasis Indikator Ekonomi Makro


Sejumlah indikator ekonomi makro untuk 2019 dirasa lebih realistis dibandingkan APBN 2018. Terdapat beberapa pos yang targetnya tak jauh berbeda dengan capaian APBN 2018. Jokowi menyatakan, capaian selama semester I 2018 menjadi landasan dalam menyusun Asumsi Dasar Perhitungan RAPBN tahun 2019.

Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menganggap proyeksi RAPBN lebih realistis.
  1. Pertumbuhan ekonomi Indikator pertama, yakni pertumbuhan ekonomi yang diproyeksikan sebesar 5,3 persen. Angkanya tak jauh beda dengan pertumbuhan ekonomi kuartal II 2018 yakni 5,27 persen. Sementara APBN 2018 menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen.
  2. Inflasi Proyeksi inflasi pada RAPBN 2019 masih sama dengan target APBN 2018, yakni 3,5 persen. Sementara itu, capaian inflasi tahunan Juli 2018 sebesar 3,18 persen.
  3. Nilai tukar rupiah Pada RAPBN 2019, pemerintah memproyeksikan nilai tukar rupiah Rp 14.400 per dollar AS. Nilainya lebih tinggi daripada APBN 2018 sebesar Rp 13.400. Proyeksi tahun depan lebih tinggi karena melihat kondisi nilai tukar rupiah yang tembus Rp 14.600. Target 2019 dirasa lebih realistis.
  4. Tingkat bunga SPN 3 bulan APBN 2018 menargetkan tingkat bunga SPN 3 bulan sebesar 5,2 persen. Sementara realisasi per Juli 2018 sebesar 4,6. Dalam RAPBN 2019, Pemerintah menargetkan tingkat bunga SPN 3 sebesar 5,3 persen.
  5. Harga minyak mentah Proyeksi RAPBN 2019 untuj harga minyak mentah Indonesia mencapai 70 dollar AS per barrel. Target tersebut lebih tinggi dari APBN 2018 sebesar 48 dollar AS per barrel. Sebab, belakangan harga minyak dunia sedang tinggi sehingga Indonesia perlu melakukan penyesuaian. Adapun realisasi harga minyak mentah per Juli 2018 sebesar 67 dollar AS per barrel.
  6. Lifting minyak dan gas Dalam RAPBN 2019, lifting minyak bumi pada 2019 diperkirakan mencapai rata-rata 750.000 barrel per hari. Dalam APBN 2018, target lifting minyak 800.000 barrel per hari dengan realisasi 771.000 barrel per hari.
  7. Sementara lifting gas bumi tahun depan diperkirakan rata-rata 1.250.000 barrel setara minyak per hari. Nilainya lebih tinggi ketimbang target APBN 2018 sebesar 1.200.000 barrel setara minyak per hari.

Sementara itu, realisasinya per Juli 2018 sebesar 1.146.000 barrel setara minyak per hari.
  1. Defisit APBN Target defisit pada RAPBN 2019 pun dianggap membaik menjadi 1,84 persen. Angka yang optimistis dibandingkan target APBN 2018 sebesar 2,12 persen. Pemerintah menyesuaikan dengan defisit APBN per Juli 2018 yang naik menjadi 1,02 persen terhadap PDB.
  2. Pendapatan negara Pemerintah mematok pendapatan negara dan hibah dalam RAPBN 2019 sebesar Rp 2.142,5 Triliun. Nilai tersebut menunjukkan kenaikan 12,6 persen dari proyeksi di tahun 2018. Adapun pendapatan negara itu meiputi proyeksi penerimaan perpajakan sebesar Rp 1.781 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 361,1 triliun, dan Hibah sebesar Rp 0,4 triliun.

No comments