Breaking News

Pembangunan Trans Papua Bukti Pemerataan Pembangunan Di Era Jokowi



Trans Papua, Bukti Kebangkitan Pembangunan Wilayah Timur dan Perang Melawan Ketertinggalan. Sejak lama daerah Timur sekakan menjadi bagian yang terlupakan dan kurang diperhatikan oleh pemerintah. Pembangunan infrastruktur dan fasilitas umum yang minim membuat wilayah timur sulit berkembang.
Padahal daerah tersebut merupakan kawasan dengan kekayaan alam yang luar biasa, namun sumber daya manusia masih belum mendapatkan fasilitas pendidikan dan kesehatan yang layak.
Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan juga semakin minim. Banyaknya daerah yang terpencil dengan akses yang sulit juga semakin menyebabkan pemerataan pembangunan semakin jauh dari harapan masyarakat.
Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) Provinsi Papua mengapresiasi pembangunan infrastruktur yang masif dilakukan pemerintahan Joko Widodo. Pembangunan di wilayah paling timur Indonesia itu bak bermain sulap karena berlangsung cepat dan berpihak pada masyarakat.
“Pekerjaan infrastruktur yang dibiayai APBN memang prosesnya cepat. Sudah bagus bahwa Papua menjadi prioritas pembangunan infrastruktur, dan memang luar biasa selama Joko Widodo menjabat presiden, pembangunan infrastruktur gila-gilaan di Papua,” kata Ketua Umum Gapensi Papua, Erick Wally, di Jayapura, Selasa (10/4).
Menurut Erick, kehadiran presiden di Papua selalu mmeberi efek positif dalam pembangunan. Pasalnya, selalu ada hal yang dipercepat dengan tujuan bisa mendorong peningkatan perekonomian masyarakat.
“Proyek jembatan Holtekam harus sudah diresmikan pada Januari 2019, tetapi saya kira pada Oktober 2018, pekerjaan di lapangan sudah selesai,” ujarnya.
Seperti diketahui, pemerintah gencar membangun infrastrukur di luar Pulau Jawa, salah satunya adalah jalan Trans Papua sepanjang 4.330,07 kilometer (km).
Jalan Trans Papua merupakan proyek yang sudah lama dijalankan, namun gencar dilakukan pengerjaannya saat pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jalan yang membentang dari Sorong hingga Merauke tersebut, sebagian besar yang belum tersambung adalah yang menuju Papua pedalaman yang masih tertutup hutan. Sejak 2014, pembangunan jalan di pedalaman tersebut gencar dilakukan, guna mencapai pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman, perbatasan, dan pinggiran Indonesia.
“Sebanyak 70% dari Trans Papua dikerjakan sejak zaman Jokowi,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Arie Setiadi Moerwanto.
Pembangunan jalan Trans Papua telah dimulai sejak zaman Pemerintahan Presiden ketiga RI, BJ Habibie. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, jalan Trans Papua telah tersambung sepanjang 3.851,93 km hingga akhir 2016 lalu.
Sebagian besar jalan Trans Papua telah dibuka dengan Urugan Pilihan. Dan beberapa ruas yang dilalui aspal di antaranya yang ada di wilayah Tolikara menuju Usilimo, Jayawijaya. Dari Habema menuju Wamena. Dari Passvaley menuju Wamena, Abenaho menuju Elelim dan dari kawasan Aple menuju Abepura di Jayapura. Sedangkan sebagian kecil lainnya masih berupa kawasan hutan, yang lokasinya menuju Jayapura dan dari Sinak di Kabupaten Puncak menuju Ilaga.

No comments