Breaking News

Pelabuhan Probolinggo Bukti Gencarnya Pembangunan Di Era Jokowi



Pemerintah saat ini fokus dan gencar dalam meningkatkan pembangunan pelabuhan dan memberikan kemudahan dalam pelayanan pengangkutan barang agar lancar. Termasuk dengan adanya pembangunan Pelabuhan Probolinggo yang bertaraf internasional.

Awalnya, Pelabuhan Probolinggo dibangun dan dikembangkan dengan tujuan sebagai cadangan sistem transportasi Provinsi Jawa Timur akibat bencana lumpur Lapindo.

Namun dalam perkembangannya, pelabuhan ini mampu berperan lebih dan menjadi salah satu motor penggerak ekonomi. Hal itu dibuktikan dengan perkembangan arus bongkar muat barang di Pelabuhan Probolinggo yang cukup signifikan dan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Total volume bongkar muat pada tahun 2016 sebesar 432.578 ton. Kemudian pada Juli 2017 jumlah itu meningkat 80.70% persen menjadi 781.706 ton, dengan jumlah kedatangan kapal (ship call) 300 unit pada tahun 2016 dan meningkat menjadi 362 pada tahun 2017 atau mengalami pertumbuhan peningkatan sebesar 20,67%.

Direktur Pengembangan dan Usaha Pelabuhan Probolinggo Kemal Heryandri mengatakan pembangunan Pelabuhan Probolinggo dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui dana APBN Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Daerah melalui APBD Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sejak tahun 2008 Pemprov Jatim telah mengalokasikan dana APBD senilai lebih dari Rp 300 miliar untuk membangun infrastruktur pelabuhan Probolinggo, seperti reklamasi, pembangunan trestle, dermaga, gudang, lapangan penumpukan dan gedung kantor.

Pelabuhan Probolinggo diyakini sangat membantu mengurangi kepadatan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya karena mampu membantu mengurangi biaya transportasi di wilayah Pasuruan-Probolinggo-Situbondo-Bondowoso dan sekitarnya, sehingga ongkos transportasinya jadi lebih efisien hingga 32 persen.

No comments