Breaking News

Jokowi Pamer Pertumbuhan Ekonomi RI Di Tengah Ketidakpastian Global



Presiden Jokowi menjelaskan saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia terus tumbuh sekitar 5 persen per tahun, inflasi pun selalu pada kisaran 3,5 persen. Ini menandakan pencapaian yang luar biasa ditengah ketidakpastian ekonomi global.
Dengan terus menjaga pertumbuhan ekonomi yang stabil dan pengendalian inflasi hasilnya dapat dilihat dari turunnya angka pengangguran yang kini tinggal 5,13 persen pada bulan Februari 2018. Bahkan untuk pertama kali dalam sejarah, angka kemiskinin pun berada dalam satu digit yaitu diangka 9,82 persen pada Maret 2018.
Pada bulan Maret 2015, angka kemiskinan Indonesia berada sekitar 28,59 juta atau 11,22 persen. Saat ini menjadi 25,95 juta atau 9,82 persen pada Maret 2018. Artinya Jokowi berhasil dalam menjalankan roda pemerintahannya.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di atas lima persen merupakan salah satu yang terbaik diantara negara-negara di kawasan ASEAN lainnya.
Untuk terus bisa menjaga pertumbuhan di atas 5 persen, Jokowi akan terus menjaga dari kompenen pertumbuhan ekonomi, konsumsi dan daya beli masyarakat serta investasi serta pertumbuhan kredit di atas 10 persen.
Untuk memberikan jaminan perlindungan bagi keluarga miskin, Program Keluarga Harapan (PKH). Pemerintah telah memperluas cakupannya, dari hanya 2,7 juta keluarga di tahun 2014 menjadi hampir 6 juta keluarga penerima manfaat pada tahun 2016 dan secara bertahap meningkat hingga 10 juta keluarga pada tahun 2018.
Jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) JKN telah ditingkatkan secara bertahap, dari 86,4 juta jiwa pada 2014 menjadi 92,4 juta jiwa pada bulan Mei 2018. Total kepesertaan BPJS Kesehatan sendiri telah mencapai lebih dari 199 juta orang dan akan terus ditingkatkan agar jangan ada rakyat Indonesia yang tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan karena kendala biaya.
Saat ini, pemerintah merancang banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat agar pemerataan pendapatan bisa segera diwujudkan.
Pemerintah melakukan penyelesaian sertifikasi tanah bagi rakyat sehingga rakyat terhindar dari konflik kepemilikan lahan dan juga rakyat memiliki kepastian hukum atas kepemilikan aset, sehingga dapat mereka manfaatkan untuk kegiatan ekonomi produktif serta peningkatan kesejahteraan keluarga.
Langkah percepatan ini membuat penerbitan sertifikat dari yang tadinya hanya selesai 500 ribu atau 800 ribu bidang sertifikat per tahun, saat ini sudah jutaan sertifikat tanah bisa diselesaikan setiap tahunnya.
Tahun lalu, target 5 juta sertifikat tanah sudah tercapai dan pada tahun 2018 dan tahun 2019 target yang ingin dicapai akan terus meningkat.

No comments