Breaking News

Diplomasi Ekonomi Pemerintahan Jokowi Dinilai Berhasil



Selama tahun 2017, Indonesia terus memperkuat diplomasi ekonomi dengan beberapa negara di benua lain khususnya, Afrika, Asia Tengah dan Selatan, Eropa, hingga Amerika Latin.

Nilai perdagangan Indonesia dengan negara di kawasan Afrika, Asia Selatan, dan Asia Tengah meningkat hingga lebih dari 100 persen. Bahkan, kesempatan kerja sama bagi perusahaan Indonesia pun sangat besar, khususnya di sektor infrastruktur, energi dan industri strategis.

Presiden Joko Widodo meminta para duta besar Indonesia agar lebih intensif melakukan diplomasi ekonomi, terutama untuk meningkatkan nilai ekspor dan investasi Indonesia ke berbagai negara pasar nontradisional. Presiden mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negara hanya bergantung pada dua hal, yaitu investasi dan ekspor.

“Kita masih perlu garap pasar nontradisional, jangan lagi bergantung hanya pada pasar-pasar lama. Kemarin, saya kunjungi beberapa negara Asia Selatan. Saya kaget melihat masih banyak negara yang kita pandang sebelah mata, padahal potensi ekonominya bagi kita besar sekali,” tutur Jokowi.

Presiden mencontohkan Bangladesh, Pakistan, dan kawasan Afrika sebagai negaranegara yang memiliki catatan pertumbuhan ekonomi cukup baik dan potensi pasar besar, tapi nilai perdagangannya dengan Indonesia masih terbilang kecil. “Bangladesh itu penduduk 160 juta lebih dan pertumbuhan ekonominya sampai 7,2 persen.

Pakistan juga penduduknya hampir 210 juta. Belum lagi negara di Afrika. Ini potensi pasar yang besar buat kita, tapi enggak pernah digarap secara serius,” kata Jokowi.

No comments